Love Fool

Aku masih ingat, sewaktu SMA, adalah pertama kalinya aku mendengar ada sebuah grup musik bernama “The Cardigans” dengan lagunya yang berjudul “Lovefools”. Pada masa itu, aku yang pure-blood berasal dari kabupaten, akhirnya masuk sekolah unggulan di daerah kota. Telingaku yang biasanya dihibur dengan alunan lagu babang tamvan seperti “Yolanda” dan “Tentang aku, kau dan dia” kini harus terbiasa mendengarkan lagu-lagu berbahasa Inggris agar bisa mengikuti tren pergaulan anak-anak kota. Jujur, pada saat itu bahasa Inggrisku hanya bagus pada bagian membaca teks, bukan menulis, apalagi mendengarkan.


Ok, anyway… lagu The Cardigans “Lovefools” itu terdengar sangat playful dan menyenangkan. Mendengarkannya melalui earphone yang disambungkan ke handphone Nokia Supernova 7610 slide sambil menikmati perjalananku naik kereta patas.


“Love me love, say that you love me

Fool me fool me, go on and fool me

love me love me, pretend that you love me

leave me leave me, just say that you need me”


Lagu yang mudah didengarkan, dihafal, dan diresapi maknanya bagi remaja berusia 15 tahun yang dimabuk asmara pada teman perjalanan satu keretanya. Sambil melirik malu-malu pada cowok remaja bau matahari itu, aku berharap sang cowok bisa membodohi aku dan menyatakan cinta padaku. 


HA!


Kalau aku ingat kejadian 1,5 dekade itu, rasanya aku ingin ngakak sekeras mungkin, bahkan menoyor kepalaku yang entah apa isinya. 


Dulu, aku pikir yang berbahaya hanyalah kebanyakan micin. Sekarang aku sadar, kebanyakan mendengarkan lagu tolol pun bisa bikin otak bukannya encer, tapi mencair bahkan menguap. Mendengarkan lagu dengan lirik sedih itu menyenangkan, seolah-olah penderitaanku tervalidasi melalui kalimat-kalimat sederhana yang menusuk jiwa. 


Kombinasi antara lagu-lagu galau sambil melihat bentangan sawah di luar jendela kereta. Memutar percakapan-percakapan yang pernah dimiliki antara aku dan remaja bau matahari itu, meresapi sakit hati ketika lagi-lagi menyadari bahwa cinta monyetku bertepuk sebelah tangan. Tentu saja, sambil berharap bahwa suatu saat nanti dia akan menyadari bahwa dia telah melewatkan orang terbaik yang bisa memberikan cinta yang begitu dalam dan tulus. HA!


Di usia yang hampir menginjak kepala orang lain, percintaan bukanlah hal yang menguasai pikiranku. Ada banyak tuntutan dan tanggung jawab, sehingga menjadi orang yang bodoh dalam percintaan bukan lagi pilihan bijak. Rasanya, aku tidak lagi memiliki waktu dan tenaga untuk mengisi cinta yang tidak bersambut. Mungkin, aku akan menangis barang semenit dua menit, ketiduran, lalu bangun di hari selanjutnya dengan jadwal yang kepalang padat. 


Aku tidak lagi membutuhkan cinta dari orang yang berpura-pura. Termasuk pura-pura bahwa kita baik-baik saja dan memiliki masa depan yang menjanjikan. Termasuk pura-pura bahwa aku adalah seseorang yang dia inginkan untuk bisa menghabiskan sisa hidup bersama. Aku pernah menghabiskan waktu cukup lama membodohi diri sendiri demi “cinta” yang entah arahnya ke mana. Percayalah, untuk memutus lingkaran setan itu, amat sangat tidak mudah.


Namun, hari ini, detik ini aku membuat tulisan ini, aku bisa mendeklarasikan bahwa aku telah sembuh dari penyakit tolol yang dulu pernah kuderita. Sedikit demi sedikit, otakku mulai terisi dengan sel-sel baru, kenangan baru, dan tentunya dengan orang baru dan kebodohan baru yang berbeda bentuknya. HAHAH. 


Ya, sudahlah… kata orang, rajin belajar, menambah ilmu pengetahuan, serta mendapatkan gelar master hingga keluar negeri tidak menjamin otakmu otomatis pintar ketika menghadapi percintaan. 


Istilah halusnya, sekolah tinggi-tinggi, begitu kenal cinta jadi goblok. LOL.


Dalam hubungan, menyatukan dua kepala bukan seperti me-manage sebuah perusahaan meskipun pada prinsipnya, sama-sama untuk menemukan jalan tengah agar keinginan dan kebutuhan masing-masing pihak dapat terpenuhi. Dalam percintaan, segala SOP dan aturan berlaku dengan persyaratan yang ada embel-embel “depends”. We can act nonchalant, chalant, or even crazy, depending on the situation.


Tapi satu prinsip yang berusaha aku pegang: we can act foolish for the sake of love, but never ever be a fool. 


Be in love mindfully, be aware of who you love and love you, be present, and don’t forget to have fun!


Love me, love me,

Say that you love me.

Fool me, fool me..

Go on and fool me. 


As if you can… :)

Comments

Popular posts from this blog

Us

A boy who gave up

If Anything...