Posts

Showing posts from 2015

p e l u k

Image
title : P e l u k source : google (search: under an umbrella hug) Pertama kalinya pakai cat air untuk ngegambar. hasilnya not bad juga. cuma bingung aja belum paham campuran warna apa jadi apa, dan perlu berapa banyak. Masih perlu banyak latihan. akhir-akhir ini selain nulis, baca novel, dan nonton drama, nambah lagi kesukaan baru yang bisa bikin lupa waktu, yaitu ngegambar. Kalau nulis bisa mendeskripsikan kata-kata yang ingin diucapkan, dialog-dialog yang ingin di dengar. Tapi dengan ngegambar, rasanya bisa mendeskripsikan momennya dengan tepat. Yah, walaupun belum ahli menggambar suasananya. Yang jelas perlu latihan, meskipun segalanya dilakukan mood-mood an. kenapa dari post sebelumnya peluk? hmm... mungkin karena lagi kangen peluk seseorang. Dan aku rasa peluk itu salah satu obat yang paling mujarab buat segala penyakit. Kalau sakit di peluk papa atau mama atau orang yang sangat di sayang, rasanya sakitnya pasti mereda dari sebelumnya. kalau baca dari web orang l...

Cerpen: Peluk

Bima meraih tangan ara, mengeluarkannya dari saku jaket parka cewek itu. Ara tidak menariknya, membiarkannya begitu saja.  "Tangan kamu selalu dingin deh. Tuh liat kukunya sampe ungu begini." Gerutu Bima sambil memperhatikan jari jemari Ara yang bulat2 tidak indah seperti wanita kebanyakan. Seharusnya dengan tangan seperti itu, tangan Ara bisa tetap hangat. Tapi dengan udara musim hujan yang sedang pada suhu rendah, tangan Ara selalu dingin terlebih setelah kedinginan di dalam AC mobil sepanjang perjalanan. Biasanya selalu ada tanganya yang menggenggam Ara, seharusnya Bima selalu ada untuk menghangatkan jemari Ara.   "Gapapa, aku udh biasa kok." Ara bermaksud menarik tangannya dari genggaman Bima, namun Bima menahannya. Lalu bima menumpukkan kedua tangan Ara di tangan kanannya sementara tangan kirinya bergerak mengusap pipi Ara. Membuat cewek itu kaget dengan sentuhan mendadak dari orang yang setengah mati dia rindukan 6 bulan ini.   Mata ara tiba2 saj...

Once in Your Lifetime

Once in your lifetime, you will find someone who will go breaking your heart. Leave some memories, leave some scar, leave your heart in a deep hole. You want to escape, as soon as possible, as far as you can go. You want to scream out loud. You want to throw everything away. You listen to every sad song, you listen to happy song, and call up every moment that ever happened with that person. You try to hear some new song, but still memories of that person bear in your mind. Sometimes, you drive back home passing through the road that you usually go with that person, you will smile, remember how often you take this way without realizing it. Sometimes you cry over night on your pillow, leave the dark circle around your eyes. You remember every funny thing, every laugh, every kisses, every fight, every cry, everything about you and that person. You feel like dying. You sometimes want to die. You feel aching in all of your body. You live in half-alive condition. You want to curse and you w...

Dead flowers

Image
We have to stop watering dead flowers Its useless Their live already over The will never come alive Instead, Hang it on the wall Make some beautiful decoration Enjoy it Until the time when we ready to let it go When we realized We cant keep those dried flowers forever inside the room Then, we can collect it and throw it away The beauty from the dried flowers last longer But still when its time, We can pick another flowers or choose again, Whether to make decoration from the dead flowers Or grow the flowers in the pot 20/08/2015

Cerpen: Matahariku Mataharimu

“Coba deh, Dre, lo lihat dia. Dia itu kayak matahari ya, eksistensinya bikin orang-orang cerah dan ikut bersinar. Tiap dia dateng, pasti timnya jadi semangat dan semua mata langsung tertuju sama dia.” Amora nyerocos dengan mata berbinar-binar, menceritakan sesosok yang bernama Aji yang saat ini sedang melakukan meeting di cafenya. Aji yang mendadak mampir pada hari-harinya Amora, yang membuat Amora menjadi lebih sering melirik keluar jendela kantornya dan asik sendiri menatap kegiatan apapun yang dilakukan Aji diluaran sana. Amora tak menyadari mata Andre yang kerap kali berubah menjadi waspada setiap kali Amora menyebut nama Aji dihadapannya. Amora yang dulu pernah menyebut nama Aji dengan penuh kebencian, kini berubah nada menjadi penuh kekaguman. “Lo suka ya dengan Aji?” cetus Andre akhirnya lebih kepada pernyataan ketimbang pertanyaan, seraya berharap keketusan pada suaranya tidak akan disadari oleh Amora. “Hah? Enggaa jugaa siiih.. hehe. Kagum aja lah.” Elak Amora segera. T...

L i m a

L i m a Ketika banyak hal berhenti di angka lima Banyak hal berubah di angka lima Banyak perpisahan di angka lima Banyak pembelajaran di angka lima Banyak petualangan di angka lima Sampai akhirnya saya jadi takut sendiri Ketika akan menghadapi angka lima Ketika mulai memasuki enam, tujuh, delapan Dan seterusnya Dan selanjutnya Dan semua angka setelah lima Lima yang dulu favorit saya sekarang berubah jadi angka yang menakutkan Semoga saja, Enam Tujuh Delapan Sembilan Sepuluh Dan selanjutnya Dapat menjadi lebih baik Karna lima tak lagi menjadi baik.

Cerpen: Seperti Kebiasaannya

Segala tentang kamu seperti suatu kebiasaan. Bahkan setelah lama gak bertemu, tetap saat melihatmu, saat menyapamu, saat melihat tingkah lakumu, saat berbicara denganmu, anehnya semua terasa benar. Serasa memang seperti itulah seharusnya. Serasa memang begitulah keadaannya. Serasa memang ada kebiasaan yang tidak biasa jika ada kamu disekitarku. “Nulis apa sih?” Dira sontak menutup laptopnya dengan kaget saat mendengar suara itu dari belakang kepalanya. Saking asiknya menulis, Dira yang biasanya dengan cepat dapat menangkap radar keberadaan Agy saat itu tidak menangkap sinyalnya dengan baik. Tingkah lakunya saat itu seperti maling ke-Gep nyuri ikan asin. Gak penting tapi tetap saja memalukan. “Heboh amat.” Komentar Agy sambil angkat bahu. Melangkah ke depan Dira, lalu seperti kebiasaannya menyeruput cappucino pahit Dira yang  tinggal setengah dan sudah mendingin, kelamaan dianggurin. Seperti kebiasaannya Agy yang lain yang selalu mencomot makanan apapun yang Dira miliki den...

Semoga

1 detik... 2 detik... 3 detik... Ketika waktu terus berdetak Ketika jeda terus tercipta Ketika, Kamu menyelinap diantaranya Ah, biarkan saja Nanti juga hilang sendiri Semoga.

What If

Paulo Coelho once said, "and, when you want something all the universe will conspires in helping you to achieve it ." What if, What if the only thing that i want is you? Will the universe conspires in helping me to be with you? 19 Juni 2015

Hujan di bulan Juni

Seperti kamu. Iya kamu. Kamu yang seperti hujan di bulan Juni. Begitu saja datang. Begitu saja hilang. Meninggalkan jejak pada kaca mobil yang memburam meski telah di sapu pembersih kaca. Meninggalkan basah pada dedaunan yang terlampau lama kepanasan. Meninggalkan sejuk pada udara musim kemarau yang tak lagi menjadi kerontang. Seperti kamu. Iya kamu. Kamu yang seperti hujan di bulan Juni. Tak perlulah ditunggu kehadirannya. Tapi begitu ada rasanya akan puas menikmatinya. Tak perlulah di terka kapan datangnya. Biar saja datang seperti kejutan. Seperti hujan di bulan Juni. Seperti rintik air di musim kemarau. Pasti kamu pun mengerti bagaimana maknanya :) Meutafora 16 June 2015

Cerpen: T e r d i a m

“ku menunggu tuk tau namamu...” Lagu Maliq & The Essentials terdengar keras dari speaker panggung di depan. bukan soal lagunya yang terdengar bagi Kencana, bukan, tapi karena liriknya yang seolah sedang berteriak-teriak tepat di gendang telinganya. Membuatnya pekak. Seolah-olah sang penyanyi di depan sedang menyanyikan itu lagu khusus untuknya. Tak jauh darinya, bahkan hanya berseling beberapa penonton yang lain, berdiri orang itu. Sama sepertinya, berdiri tepat di depan panggung. Tangannya terlipat di depan dada, gesturnya tenang, seolah tak terusik oleh penonton di belakang yang mayoritas cewek-cewek ABG dengan tampilan heboh dan teriakan-teriakan cemprengnya mengikuti lagu terdiam Maliq ini. Kencana terdiam, benar-benar terdiam mendengar lagu itu. Biasanya saat lagu yang dia hafal sedang diputar, Kecana akan berteriak dan ikut bernyanyi sama hebohnya seperti ABG di belakang. Tapi saat ini Kencana seolah terhipnotis, benar-benar terdiam. Bukan karena lagunya, bukan. tapi k...
in the end, slowly, everything will always be forgotten. everything always

You know

You know its time to stop When you realize Its not that person you hate so much when you're together But, Its your own attitude Its your own feeling Its your own mind Its yourself that you hate soo much when you're with that person Why dont you find someone that will make you like yourself. Or, at least, like yourself before looking for someone else to be loved. June 3, 2015

:)

I always think about write new day as new chapter and beginning. Until i realize, how can i write the new chapter if i still use the same book and open every chapter before? In 2 days before, i met strangers. And somehow- i dont even know why- its just happened that they make me realize, there are a lot of story waiting to be written in my book. And i realize i cant use the same book which already old and full. So, now is the time for me to take another book, which still have empty pages. I will write another title, maybe "Muti's New Adventure" will be suitable for this story. Well im still 22, and so many things to experience in life. The world is too big, too beautiful, too adventurous to spent by reading the old book and old story. Be brave to take the risk. Work harder. Have fun. Dont be afraid. Be happy as always. Today is the perfect time to start writting NEW BOOK, NEW CHAPTER, NEW BEGINNING. Meutafora 28 of May 2015 Moving on never feel soooo good like thi...

Tragis

Kisah kita biasa saja. Bukan seperti titanic yang indah tapi tragis, bukan seperti romeo juliet yang romantis dan tragis juga. Bukan seperti... ah elah, yang gue pikir kenapa drama drama berakhir tragis semua cobaa. Intinya sih cuma mau ngomong, kisah kita biasa aja. Kayak ordinary couple pada umumnya. Jatuh cinta, pacaran, pernah berkhianat sesekali, pernah cuek banget, pernah jadi temen banget, pernah berantem banget, pernah sayang-sayangnya banget. Ya biasa aja kayak orang kebanyakan. Gak romantis juga kayak film korea. Entahlah apa yang bikin kita pernah bertahan satu sama lain. Tapi kalo gue sih yang jelas karena pengen bikin diri sendiri happy. Yah, mungkin itu juga yang bikin udahan. Karena sepertinya elu gak happy. Gue juga gak happy. Dan kita berhenti bikin satu sama lain happy. Jadi ngapain di lanjut. Ya ga? Tragis ga sih? Kalo kisah kita berdua mungkin lebih bisa di katakan miris ya ketimbang tragis. Tapi gapapa, nanti juga bakal memulai kisah lain yang mungkin leb...

Cerpen: Aku dan Dia

   Denting garpu dan sendok yang beradu dengan piring terdengar setelah suapan terakhir. Aku yang telah menghabiskan seporsi fusilli carbonara dan sedang asik menyuapkan eskrim vanilla, bergumam lega dalam hati. Akhirnya tenderloin steak yang dia makan habis juga.    Aku selalu malu jika pergi makan bersamanya, gayanya makan lebih elegan dan rapi jika dibandingkan denganku. Suapannya lebih tenang jika dibandingkan denganku yang setiap makan seolah habis puasa setahun. Aku selalu malu tapi tak bisa mengubahnya. Jadi aku menerima saja cara makannya yang memang lebih tenang, seperti dia yang menerima cara makanku yang kesurupan.    “nanti kebayanya gak muat loh kalo makannya kalap.” Ucapnya, kontan membuat eskrim vanilla pada suapan ketigaku menjadi suapan dengan rasa bersalah yang sangat besar.    “come on, give me break. Gue udah diet mati-matian, ga bisakah gue makan eskrim ini dengan nikmat dan bebas rasa bersalah?” Seruku jengkel. Dia ter...

Keajaiban

  Buatku, suatu keajaiban saat menyadari diantara milyaran manusia di dunia ini ada yang cukup beruntung saat 2 orang dapat saling menyukai satu sama lain. aku pernah merasakannya, dulu.   Keajaiban itu ketika aku menyukainya dan dia pun menyukai aku.   Ajaib. Miracle. Dream Come True.   Lalu, sama halnya seperti manusia pada umumnya yang serakah dan tidak puas hanya dengan satu keajaiban yang datang secara cuma-cuma. Aku mulai bekerja keras, berusaha memaksakan keajaiban itu agar dapat menghasilkan keajaiban-keajaiban lainnya. Aku meminta ini itu. Aku menginginkan ini itu. Aku memaksakan ini itu. sehingga akhirnya keajaiban pun menjadi jengah, kemudian melangkah pergi. Keajaiban merasa tak dihargai.   Aku selalu lupa, Keajaiban seringkali muncul dari rasa yang paling sederhana. sesederhana rasa mencintai dan dicintai. Keajaiban selalu muncul dari nikmatnya rasa syukur saat masih dapat menggenggam tangan satu sama lain di saat milyaran manusia lainnya hanya...

Sebuah Curhatan

Udah malem, sebenernya waktu yang pas untuk revisian, tapi gara-gara mandi air dingin lalu tiba-tiba munculah sebuah ide untuk menuliskan sesuatu yang gak bisa ditunda akhirnya saya buka laptop. Berhubung laptop saya mengalami kerusakan jadi akhirnya minjem laptop ade yang selalu di password secara rahasia, semacam ada data kenegaraan yang sangat penting sedunia. Okee, malah ngelantur kebanyakan omong di intronya. Oh come on, cut it off! Belakangan beberapa orang curhat mengenai relationshipnya dengan saya dan seringkali dengan nada yang serius banget.  Ada satu hal yang membuat saya tertarik saat ini ketika seseorang cerita. Kira-kira begini deh percakapannya: Dia : Ternyata dia gak punya visi ke depannya dengan aku (sticker nangis bercucuran) Saya : Lalu? Dia : Terus ngapain dong selama ini aku pacaran sama dia? Cuma buang-buang waktu aja Saya : …… Dia : Kalau kamu kamu jadi aku, kamu mau gimana? Sejujurnya saya bingung mau jawab apa. Pacaran tanpa tujuan, rasanya...

Jatuh Hati

Aku bukan jatuh cinta namun aku jatuh hati..... Suara Raisa terdengar dari speaker radio dalam mobil. Dira ingin memindahkan frekuensi atau bahkan mematikan radionya agar tak perlu lagi mendengar lagu ini. Tapi tangannya terlalu lemah untuk merealisasikannya dan hatinya terlalu menikmati lagu ini. Bukan karena musiknya yang enak. Bukan. Namun karena kenangan yang dia bawa dalam lagu ini. Bukan kenangan bersama yang menyenangkan. Bukan. Namun kenangannya sendiri dalam diam yang selalu membuatnya tersenyum dan meringis dalam waktu yang bersamaan. Membuatnya tenang dan resah dalam waktu bersamaan. Bukan jatuh cinta. Namun jatuh hati. Entahlah apa perbedaan antara jatuh cinta dan jatuh hati. Yang jelas ketika dirinya ada di sekitar rasanya sungguh menyamankan. Meskipun dira dan dia hanya sibuk dengan dunia masing-masing. Meskipun yang dinikmati hanya segelas cappucino miliknya yang ikut diseruput olehnya. Meskipun yang dibicarakan dira dan dirinya adalah hal berbeda. Rasanya...

pelajaran media sosial

Buka-buka media sosial, dari mulai facebook, twitter, instagram, sampe path. Ngescroll ke bawah ngeliat aktivitas yang dulu-dulu. Kurang kerjaan memang, tapi mengingatkan saya akan banyak hal. Ternyata waktu udah kelewat cepet banget ya? Dari jamannya segala di curhatin, bahkan ada yang Cuma tulisannya “gloomy mood”. Gajelas apa maksudnya. Pokoknya lagi feeling gloomy aja kali ya. Hahah. Sampe curhat tentang jalanan kota bandung yang ternyata emang dari dulu selalu bikin frustasi saking macetnya. Dari yang jamannya bikin puisi-puisi gak jelas di facebook saat baru-baru suka sama orang yang sekarang jadi mantan. komen-komenan sampe di ceng-cengin orang lain. Terus ditambah alay dengan berantem di facebook. Kalo lagi akur bisa sapa-sapaan di twitter. Kadang-kadang ngetag lagu di path. Kadang kadang kalo lagi bete, kode-kodean di media sosial. Dari yang jamannya mention semua orang di twitter, ngobrol di twitter sama temen-temen. Goda-godaan gajelas. Di bikin asik aja baik kode...

ketika wanita selalu benar

Saya seringkali denger kata-kata orang, “ Wanita tuh selalu benar ya .” Terutama dari pria yang desperate menghadapi tingkah “benar” para wanitanya. Para pria ini mengeluh mengenai segala apapun yang mereka lakukan serasa gak pernah benar di mata wanitanya. Ngajak malem mingguan sang wanita, terus nanya ke wanita mau kemana malah di bilang “terserah” tapi begitu merekomendasikan tempat yang akan dituju eh wanita malah gak suka. Tapi pas ditanya mau kemana, sang wanita ngomel-ngomel sambil jawab terserah. Lalu, Satu kasus lagi nih, sang wanita pengen ngajak pergi. Tapi si pria keliatannya ogah-ogahan dengan jawab “hayuk aja” atau sebelumnya mengeluarkan alasan seperti “tapi aku ke bengkel dulu ya” atau “tapi aku lagi ada tugas nih”. Sang wanita merasa kesel karena kelihatannya si pria itu gak ada semangat-semangatnya untuk nemenin dia, padahal si pria Cuma mengatakan kondisi dia yang sebenernya dan bukan berarti si pria gak mau nemenin karena pada dasarnya si pria pas...